Lapax Theme
Kunjungi KamiStyle Of Sunnah, Busana Muslim Pria Masa Kini

Ranah Minang Tak Butuh Islam Nusantara

MagaZimple Theme

“Bukan kami tidak Mendengar, hanya saja bunyi gendang dan rentak tari tak bersesuaian”

Para pembela “Islam Nusantara” terus berselindung di balik “tabayyun”.
Entah mereka tahu maksud “tabayyun” atau tidak, yang jelas itu kalimat bertuah yang mereka pakai untuk menolak keputusan Rakorda MUI Sumbar dan Kab/Kota Se-Sumbar.

Perlu diketahui, konsep tabayyun dalam firman Allah swt:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. al-Hujurat 49:6)

dilakukan bila terjadi keraguan pada dua hal yaitu:
1. Syak (ragu) pada pembawa khabar
2. Syak atau ragu pada esensi khabar.

Namun kalau tabayyun hanya untuk menyuruh kami membenarkan rumusan yang tertulis tanpa melihat kenyataan yang terjadi, maka maaf saja kalau kami tak akan bergeser dari “Sumatera Barat (Ranah Minang) tidak membutuhkan Islam Nusantara”.

Cobalah renungkan himbauan kami !

Ketika Konsep yang dirumuskan dalam kertas dipatahkan dengan ungkapan, sikap dan prilaku bahkan oleh pembuat konsep tersurat itu, janganlah lagi memaksa kami untuk mengambil konsep tersebut sambil menutup mata dengan apa yang kami lihat dan yang kami dengar !

  1. Bila paksaan itu kami turuti, maka itu namanya pembodohan dan kepada kami telah patut dikatakan:
    “Tajua Tagak dan Takicueh di Nan Tarang”.
Lapax Theme

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *